PENGERTIAN DESAIN MENURUT PARA AHLI
1
. Gerlach dan Ely (1990).
Strategi
pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode
pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya mereka
menjabarkan bahwa strategi pembelajaran dimaksudkan meliputi sifat, lingkup,
dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar
kepada peserta didik.
2.
Gropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi
(1990).
Strategi
pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.Mereka menegaskan bahwa
setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam
kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.
3.
Kozma dalam Gofur (1989) / (1978 : 97).
Strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan
fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan
pembelajaran tertentu.
4.
Dick dan Carey (1996:106).
Strategi
Pembelajaran adalah komponen-komponen umum dari suatu set materi dan prosedur
pembelajaran yang akan dipergunakan bersama-sama materi tersebut
5.
Kemp
(1995).
Mengemukakan
bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif
dan efisien.
6.
Raka Joni (1980).
Pola
umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang
menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa
tersebut.
7. J. R
David (Wina Senjaya,2008).
Dalam
strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.Strategi pembelajaran dapat
diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengertian Komponen Pembelajaran
Pandangan mengenai konsep
pembelajaran terus menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan
perkembangan IPTEK. Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar.
Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada
siswa. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen
yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi:
kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan
pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga
tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat. Oleh karenanya
dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada bagaimana perencanaan
pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah kurikulum.
Pembelajaran kontestual merupakan
salah satu model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses
belajar-mengajar, yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara
materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa
membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan enam komponen utama
pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya
(Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning
Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic
Assessment).
Jadi dapat disimpulkan bahwa
komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling
berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar
mengajar.
Macam Komponen Pembelajaran
Di dalam pembelajaran, terdapat
komponen-komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
1. Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum (
curriculum ) berasal dari bahasa Yunani, curir yang artinya
“pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. yaitu suatu
jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.
Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan
atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai
suatu tingkatan atau ijazah.Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa
mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja,
tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa
sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan
yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media dan
sumber-sumber belajar yang memadai.
Kurikulum sebagai rancangan
pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek
kegiatan pendidikan.Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan
dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak
bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
2. Guru
Kata Guru berasal dari bahasa
Sansekerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya
adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru
umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Di dalam masyarakat, dari yang
paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting. Guru
merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat.
Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan),
tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran
yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
3. Siswa
Siswa atau Murid biasanya digunakan
untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga
pendidikan lainnya, di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru.Dalam konteks
keagamaan murid digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti
bimbingan seorang tokoh bijaksana.Meskipun demikian, siswa jangan selalu
dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa.Ia memiliki latar
belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa,
sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau
kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu
perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian.
4. Metode
Metode pembelajaran adalah cara yang
dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan
baik, metode-metode tersebut antara lain :
a. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode
mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada
sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
b. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu
metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid
menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan
murid itu .
c. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat diartikan
sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk
membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang
bersifat problematis.
d. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode
mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan
melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media
pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang
disajikan.
e. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode atau
cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau
percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.
5. Materi
Materi juga merupakan salah satu
faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik dari materi yang bagus
menurut Hutchinson dan Waters adalah:
- Adanya teks yang menarik.
- Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta
meliputi kemampuan berpikir siswa.
- Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan
dan ketrampilan yang sudah mereka miliki.
- Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru.
Dalam kegiatan belajar, materi harus
didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan
memperhatikan komponen-komponen yang lain, terutama komponen anak didik yang
merupakan sentral.Pemilihan materi harus benar-benar dapat memberikan kecakapan
dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
6. Alat Pembelajaran (Media)
Kata media berasal dari bahasa latin
dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah perangkat lunak (soft ware)
atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat
bantu belajar.
7. Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa
Inggris yaitu “Evaluation”. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu
tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Ada pendapat
lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya,
sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui
sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan
kemampuan belajar.
Hubungan Masing-Masing Komponen
Pembelajaran
Dari semua komponen pembelajaran,
antara komponen yang satu dengan yang lain memiliki hubungan saling
keterkaitan. Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan,
sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya
berfungsi sebagai pelaksana kurikulum, guru juga sebagai pengembang
kurikulum.Bagi guru, memahami kurikulum merupakan suatu hal yang mutlak.
Setelah guru mempelajari kurikulum
yang berlaku, selanjutnya membuat suatu desain pembelajaran dengan
mempertimbangkan kemampuan awal siswa (entering behavior), tujuan yang hendak
dicapai, teori belajar dan pembelajaran, karakteristik bahan yang akan
diajarkan, metode dan media atau sumber belajar yang akan digunakan, dan
unsur-unsur lainnya sebagai penunjang. Setelah desain dibuat, kemudian KBM atau
pembelajaran dilakukan.Dalam hal ini ada dua kegiatan utama, yaitu guru
bertindak mengajar dan siswa bertindak belajar.Kedua kegiatan tersebut
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya
implementasi pembelajaran itu akan menghasilkan suatu hasil belajar. Hasil ini
akan memberikan dampak bagi guru dan siswa.
Bagi setiap guru, dituntut untuk
memehami masing-masing metode secara baik. Dengan pemilihan dan penggunaan
metode yang tepat untuk setiap unit materi pelajaran yang diberikan kepada
siswa,maka akan meningkatkan proses interaksi belajar-mengajar. Siswa juga akan
memperoleh hasil belajar yang efektif dan mendapatkan kesempatan belajar yang
seluas-luasnya. Jika ada salah satu komponen pembelajaran yang bermasalah, maka
proses belajar-mengajar tidak dapat berjalan baik .
Fungsi Masing-Masing Komponen
Pembelajaran
Meskipun hubungan masing-masing
komponen pembelajaran sangatlah berkaitan, tetapi setiap komponen memiliki
fungsi tersendiri, antara lain :
a. Fungsi Kurikulum
- Alat untuk mencapai tujuan pendidikan
- Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau
alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
- Dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan atau ukuran
dalam menetapkan bagian mana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan
dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
b. Fungsi Guru
- Sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang
berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter),
tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang
berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap
aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
- Sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan
guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu
tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat
harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan
negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah
Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh
nilai-nilai Pancasila.
- Sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman
belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan
pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan
kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan
spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat.
- Sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk
selalu menambah pengetahuan dan keterampilan supaya pengetahuan dan
keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan
keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang
berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan
maupun tugas kemanusiaan.
- Sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai
pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang
pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja
secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses
belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi
yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar
dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan
tugasnya dengan baik.
c. Fungsi Siswa
- Sebagai objek, siswa yang menerima
pelajaran
- Sebagai subjek, siswa ikut menentukan
hasil belajar
d. Fungsi Metode
- Untuk mempermudah dan memperlancar proses
belajar-mengajar
- Membantu guru dalam menjelaskan berbagai macam materi
kepada siswa.
- Membuat siswa menjadi aktif, berani dan mandiri
e. Fungsi Materi
- Sebagai bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran
- Menambah dan memperluas pengetahuan siswa
- Menjadi dasar pengetahuan kepada siswa untuk pembelajaran
lebih lanjut
- Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan belajar
- Membangun kemampuan untuk melakukan asesmen-diri atas
hasil pembelajaran yang dicapai.
f. Fungsi Media
- Fungsi edukatif : dapat memberika pengaruh baik yang
mengandung nilai-nilai pendidikan, memperlancar interaksi antara guru
dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien
- Fungsi sosial : hubungan antara pribadi anak dapat
terjalin baik
- Fungsi ekonomis : Efisiensi dalam waktu dan tenaga,
dengan satu macam alat media, pendidikan sudah dapat dinikmati oleh
sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu
- Fungsi Seni : dengan adanya media pendidikan, kita bisa
mengenalkan bermacam-macam hasil budaya manusia.
g. Fungsi Evaluasi
- Mengetahui kemajuan kemampuan belajar siswa
- Mengetahui penguasaan, kekuatan dan kelemahan seorang
siswa dalam mendalami pelajaran.
- Mengetahui efisiensi metode belajar yang digunakan
- Memberi laporan kepada siswa dan orangtua
- Sebagai alat motivasi belajar-mengajar
- Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan
penyaluran anak pada suatu pekerjaan.

