Jumat, 19 Desember 2014

Tugas Rekayasa perangkat lunak (RPL)

TUGAS
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Contextual Teaching and Learning





DI SUSUN  OLEH   :

              Nama             : lindawati
              No .stambuk  :  D 1201 0296
              Kelas             : C



UNIVERSITAS MADAKO TOLITOLI
TAHUN  2014


Pengertian contextual Teaching And Learning
  Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistikdanbertujuanmembantusiswauntukmemahamimaknamateri ajar denganmengaitkannyaterhadapkontekskehidupanmerekasehari-hari (kontekspribadi, sosialdankultural), sehinggasiswamemilikipengetahuan/ ketrampilan yang dinamisdanfleksibeluntukmengkonstruksisendirisecaraaktifpemahamannya. CTL disebutpendekatankontektualkarenakonsepbelajar yang membantu guru mengaitkanantaramateri yang diajarkannyadengansituasidunianyatasiswadanmendorongsiswamembuathubunganantarapengetahuan yang dimilikinyadenganpenerapannyadalamkehidupanmerekasebagaianggotamasyarakat.

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING

1. Prinsipkesaling-tergantungan
Prinsipkesaling-tergantunganmengajakpara guru untukmengenaliketerkaitanmerekadengan guru lainnya, denganparapesertadidiknya, denganmasyarakat, dandenganalamsemesta.Sekolahadalahsebuahsistemkehidupan.Di dalamsebuahlingkunganbelajar di manasetiapanggotasatuanpendidikanmenyadariketerhubunganmereka, sistem CTL dapatberkembang.Prinsipiniada di segalabidangsehinggamemungkinkanparapesertadidikuntukmembuathubungan yang bermakna.
2. Prinsipdifferensiasi
Prinsipdifferensiasimenyumbangkankreatifitasindah yang berdetak di seluruhalamsemesta.Prinsipinimendorongalamsemestamenujukeragaman yang takterbatas, danhalitumenjelaskankecenderungan-kecenderungan yang berbedauntukbekerjasamadalambentuk yang disebutdengansimbiosisJikapara guru percayaterhadapilmuwan modern bahwaprinsipdifferensiasi yang dinamisinimeliputidanmempengaruhibumidansemuasistemkehidupan, makamerekapastiinginmengajarkansesuaidenganprinsipitu.

3. Prinsippengaturandiri-sendiri
Karenaprinsippengaturandiri-sendiri, segalasesuatunyadiaturolehdirisendiri, dipertahankanolehdirisendiri, dandisadariolehdirisendiri.Untukmenciptakandiriparapesertadidiksendiri, untukmengeluarkanpotensiterpendammerekamejadinyata, untukmelawandayatarikdari status quo, pesertadidikharusmengujikonteksmerekasendiri.


KarakteristikPembelajaran CTL

Bekerjasama
Salingmenunjang
Menyenangkan, tidakmembosankan
Belajardenganbergairah
Pembelajaranterintegrasi.
Menggunakanberbagaisumber
Siswaaktif
Sharing denganteman
Siswakritis guru kreatif
Dindingdanlorong-lorongpenuhdenganhasilkerjasiswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain.
Laporankepada orang tuabukanhanyaraportetapihasilkaryasiswa, laporanhasilpratikum, karangansiswadan lain-

KelebihandanKelemahan Contextual Teaching and Learning

Kelebihan

 1.     Pembelajaranmenjadilebihbermaknadan real. Artinyasiswadituntutuntukdapatmenagkaphubunganantarapengalamanbelajar di sekolahdengankehidupannyata. Hal inisangatpenting, sebabdengandapatmengorelasikanmateri yang ditemukandengankehidupannyata, bukansajabagisiswamateriituakanberfungsisecarafungsional, akantetapimateri yang dipelajarinyaakantertanameratdalammemorisiswa, sihinggatidakakanmudahdilupakan.

2.    Pembelajaranlebihproduktifdanmampumenumbuhkanpenguatankonsepkepadasiswakarenametodepembelajaran CTL menganutalirankonstruktivisme, dimanaseorangsiswadituntununtukmenemukanpengetahuannyasendiri. Melaluilandasanfilosofiskonstruktivismesiswadiharapkanbelajarmelalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.




Kelemahan

Guru lebihintensifdalammembimbing. Karenadalammetode CTL. Guru tidaklagiberperansebagaipusatinformasi. Tugas guru adalahmengelolakelassebagaisebuahtim yang bekerjabersamauntukmenemukanpengetahuandanketrampilan yang barubagisiswa. Siswadipandangsebagaiindividu yang sedangberkembang. Kemampuanbelajarseseorangakandipengaruhiolehtingkatperkembangandankeluasanpengalaman yang dimilikinya. Dengandemikian, peran guru bukanlahsebagaiinstrukturatau ”penguasa ” yang memaksakehendakmelainkan guru adalahpembimbingsiswa agar merekadapatbelajarsesuaidengantahapperkembangannya.

Guru memberikankesempatankepadasiswauntukmenemukanataumenerapkansendiri ide–ide danmengajaksiswa agar denganmenyadaridandengansadarmenggunakanstrategi–strategimerekasendiriuntukbelajar. Namundalamkonteksinitentunya guru memerlukanperhatiandanbimbingan yang ekstraterhadapsiswa agar tujuanpembelajaransesuaidenganapa yang diterapkansemula.

PengaruhPenerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

PengaruhPenerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning denganmenggunakanpendekatanKonstruktivismeTerhadapHasilBelajar Mata PelajaranIlmuPengetahuanAlam.
Penelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganujicobaterbatas yang bertujuanuntukmengembangkanperangkatpembelajaran Contextual Teaching and Learning menggunakanpendekatanKonstruktivismepadapokokbahasanEnergiBunyi yang meliputi: (1) BukuSiswa (BS), (2) LembarKerjaSiswa (LKS), (3) RencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP), (4) TesHasilBelajar (THB) melaluimetodediskusi, tanyajawab, pemberiantugas, Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas IV SDN Salatiga 10 Semester genaptahunpelajaran 2011/2012 yang berjumlah 39 siswadan SDN Salatiga 05 yang berjumlah 38 siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahteshasilbelajar yang dilakukanpadaakhirpokokbahasan ,oservasi,danresponsiswa. Prosedurpengembanganperangkatpembelajaranmenggunakanmodifikasdari model eksperimenmenurutEndangMulyatiningsih yang meliputi: Pre-Experimental Designs (nondesigns), True Experimental Design, Quasi Experimental Designs, di mana model True Experimental Design jarangdilakukankarenapenelitianiniuntukmenelitihewan,tumbuhan. Perangkatpembelajaran Contextual Teaching and Learning pendekatanKonstruktivismetelahdivalidasiolehseorangahli yang bernama Elaine B. Jhonson (Rusman,20110) mengalamirevisisehinggadidapatkanhasil yang maksimaldanlayakuntukdigunakan. HasilEksperimenSemumenunjukkanbahwa: (1) rata-rata teshasilbelajarsiswakelaseksperimen 83,62 danberadapadakategorinilaitinggidariskor ideal 100 denganstandardevisi 9,618 dimanaskor minimum yang diperolehsiswaadalah 67 danskormaksimumsiswa yang diperolehsiswaadalah 100 denganrentangskor 26.7. dari 39 siswa 39 atau 100% memenuhiketuntasanindividu yang menunjukkanbahwaketuntasanklasikaltercapai; (2) denganmenggunakanperangkatpembelajaran contextual teaching and learning pendekatankonstruktivisme, siswamenjadilebihaktifdalam proses pembelajaran; (3) 89,75% siswamemberikanresponpositifterhadapperangkatpembelajaran yang digunakan; (4) tingkatkemampuanpenelitidalammengelolapembelajaran contextual teaching and learning pendekatankonstruktivismetermaksukdalamkategorisangattinggiartinyapenelitidapat di pertahankan. Berdasarkanhaltersebut, dapat di simpulkanbahwaperangkatpembelajaran yang di kembangkandalampenelitianinitelahmemenuhi criteria kevalidan,kepraktisan, dankeefektifan. Maka saran daripenulisadalahpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandapatdigunakansebagaisalahsatualternatifdalam PBM.Denganpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandalam PBM dapatmengembangkansistemkognitifiswadalambelajartanpaharusmenghafal.
Show full item record


Tidak ada komentar:

Posting Komentar