TUGAS
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Contextual Teaching and Learning
DI SUSUN OLEH
:
Nama : lindawati
No .stambuk : D 1201 0296
Kelas : C
UNIVERSITAS MADAKO TOLITOLI
TAHUN 2014
Pengertian contextual Teaching And Learning
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan
proses pembelajaran yang
holistikdanbertujuanmembantusiswauntukmemahamimaknamateri ajar
denganmengaitkannyaterhadapkontekskehidupanmerekasehari-hari (kontekspribadi,
sosialdankultural), sehinggasiswamemilikipengetahuan/ ketrampilan yang
dinamisdanfleksibeluntukmengkonstruksisendirisecaraaktifpemahamannya. CTL
disebutpendekatankontektualkarenakonsepbelajar yang membantu guru
mengaitkanantaramateri yang
diajarkannyadengansituasidunianyatasiswadanmendorongsiswamembuathubunganantarapengetahuan
yang dimilikinyadenganpenerapannyadalamkehidupanmerekasebagaianggotamasyarakat.
PRINSIP-PRINSIP
PENGEMBANGAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING
1. Prinsipkesaling-tergantungan
Prinsipkesaling-tergantunganmengajakpara
guru untukmengenaliketerkaitanmerekadengan guru lainnya,
denganparapesertadidiknya, denganmasyarakat,
dandenganalamsemesta.Sekolahadalahsebuahsistemkehidupan.Di
dalamsebuahlingkunganbelajar di
manasetiapanggotasatuanpendidikanmenyadariketerhubunganmereka, sistem CTL
dapatberkembang.Prinsipiniada di
segalabidangsehinggamemungkinkanparapesertadidikuntukmembuathubungan yang
bermakna.
2. Prinsipdifferensiasi
Prinsipdifferensiasimenyumbangkankreatifitasindah
yang berdetak di seluruhalamsemesta.Prinsipinimendorongalamsemestamenujukeragaman
yang takterbatas, danhalitumenjelaskankecenderungan-kecenderungan yang
berbedauntukbekerjasamadalambentuk yang disebutdengansimbiosisJikapara guru
percayaterhadapilmuwan modern bahwaprinsipdifferensiasi yang
dinamisinimeliputidanmempengaruhibumidansemuasistemkehidupan,
makamerekapastiinginmengajarkansesuaidenganprinsipitu.
3. Prinsippengaturandiri-sendiri
Karenaprinsippengaturandiri-sendiri,
segalasesuatunyadiaturolehdirisendiri, dipertahankanolehdirisendiri,
dandisadariolehdirisendiri.Untukmenciptakandiriparapesertadidiksendiri,
untukmengeluarkanpotensiterpendammerekamejadinyata, untukmelawandayatarikdari
status quo, pesertadidikharusmengujikonteksmerekasendiri.
KarakteristikPembelajaran CTL
Bekerjasama
Salingmenunjang
Menyenangkan, tidakmembosankan
Belajardenganbergairah
Pembelajaranterintegrasi.
Menggunakanberbagaisumber
Siswaaktif
Sharing denganteman
Siswakritis guru kreatif
Dindingdanlorong-lorongpenuhdenganhasilkerjasiswa,
peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain.
Laporankepada orang
tuabukanhanyaraportetapihasilkaryasiswa, laporanhasilpratikum, karangansiswadan
lain-
KelebihandanKelemahan
Contextual Teaching and Learning
Kelebihan
1.
Pembelajaranmenjadilebihbermaknadan real.
Artinyasiswadituntutuntukdapatmenagkaphubunganantarapengalamanbelajar di
sekolahdengankehidupannyata. Hal inisangatpenting,
sebabdengandapatmengorelasikanmateri yang ditemukandengankehidupannyata,
bukansajabagisiswamateriituakanberfungsisecarafungsional, akantetapimateri yang
dipelajarinyaakantertanameratdalammemorisiswa, sihinggatidakakanmudahdilupakan.
2.
Pembelajaranlebihproduktifdanmampumenumbuhkanpenguatankonsepkepadasiswakarenametodepembelajaran
CTL menganutalirankonstruktivisme, dimanaseorangsiswadituntununtukmenemukanpengetahuannyasendiri.
Melaluilandasanfilosofiskonstruktivismesiswadiharapkanbelajarmelalui
”mengalami” bukan ”menghafal”.
Kelemahan
Guru lebihintensifdalammembimbing.
Karenadalammetode CTL. Guru tidaklagiberperansebagaipusatinformasi. Tugas guru adalahmengelolakelassebagaisebuahtim
yang bekerjabersamauntukmenemukanpengetahuandanketrampilan yang barubagisiswa.
Siswadipandangsebagaiindividu yang sedangberkembang.
Kemampuanbelajarseseorangakandipengaruhiolehtingkatperkembangandankeluasanpengalaman
yang dimilikinya. Dengandemikian, peran guru bukanlahsebagaiinstrukturatau
”penguasa ” yang memaksakehendakmelainkan guru adalahpembimbingsiswa agar
merekadapatbelajarsesuaidengantahapperkembangannya.
Guru
memberikankesempatankepadasiswauntukmenemukanataumenerapkansendiri ide–ide
danmengajaksiswa agar
denganmenyadaridandengansadarmenggunakanstrategi–strategimerekasendiriuntukbelajar.
Namundalamkonteksinitentunya guru memerlukanperhatiandanbimbingan yang
ekstraterhadapsiswa agar tujuanpembelajaransesuaidenganapa yang
diterapkansemula.
PengaruhPenerapan Model
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
PengaruhPenerapan Model Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning
denganmenggunakanpendekatanKonstruktivismeTerhadapHasilBelajar Mata
PelajaranIlmuPengetahuanAlam.
Penelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganujicobaterbatas
yang bertujuanuntukmengembangkanperangkatpembelajaran Contextual Teaching and
Learning menggunakanpendekatanKonstruktivismepadapokokbahasanEnergiBunyi yang meliputi: (1) BukuSiswa (BS), (2)
LembarKerjaSiswa (LKS), (3) RencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP), (4)
TesHasilBelajar (THB) melaluimetodediskusi, tanyajawab, pemberiantugas,
Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas IV SDN Salatiga 10 Semester
genaptahunpelajaran 2011/2012 yang berjumlah 39 siswadan SDN Salatiga 05 yang
berjumlah 38 siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahteshasilbelajar
yang dilakukanpadaakhirpokokbahasan ,oservasi,danresponsiswa.
Prosedurpengembanganperangkatpembelajaranmenggunakanmodifikasdari model eksperimenmenurutEndangMulyatiningsih
yang meliputi: Pre-Experimental Designs (nondesigns), True Experimental Design,
Quasi Experimental Designs, di mana model True Experimental Design
jarangdilakukankarenapenelitianiniuntukmenelitihewan,tumbuhan. Perangkatpembelajaran
Contextual Teaching and Learning
pendekatanKonstruktivismetelahdivalidasiolehseorangahli yang bernama Elaine B.
Jhonson (Rusman,20110) mengalamirevisisehinggadidapatkanhasil yang
maksimaldanlayakuntukdigunakan. HasilEksperimenSemumenunjukkanbahwa: (1)
rata-rata teshasilbelajarsiswakelaseksperimen 83,62
danberadapadakategorinilaitinggidariskor ideal 100 denganstandardevisi 9,618
dimanaskor minimum yang diperolehsiswaadalah 67 danskormaksimumsiswa yang
diperolehsiswaadalah 100 denganrentangskor 26.7. dari 39 siswa 39 atau 100%
memenuhiketuntasanindividu yang menunjukkanbahwaketuntasanklasikaltercapai; (2)
denganmenggunakanperangkatpembelajaran contextual teaching and learning
pendekatankonstruktivisme, siswamenjadilebihaktifdalam proses pembelajaran; (3)
89,75% siswamemberikanresponpositifterhadapperangkatpembelajaran yang
digunakan; (4) tingkatkemampuanpenelitidalammengelolapembelajaran contextual
teaching and learning
pendekatankonstruktivismetermaksukdalamkategorisangattinggiartinyapenelitidapat
di pertahankan. Berdasarkanhaltersebut, dapat di
simpulkanbahwaperangkatpembelajaran yang di
kembangkandalampenelitianinitelahmemenuhi criteria kevalidan,kepraktisan,
dankeefektifan. Maka saran
daripenulisadalahpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandapatdigunakansebagaisalahsatualternatifdalam
PBM.Denganpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandalam
PBM dapatmengembangkansistemkognitifiswadalambelajartanpaharusmenghafal.
Show full
item record

Tidak ada komentar:
Posting Komentar