Jumat, 19 Desember 2014

Desain model pembelajaran






PENGERTIAN DESAIN MENURUT PARA AHLI

  1 .    Gerlach dan Ely (1990).
Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya mereka menjabarkan bahwa strategi pembelajaran dimaksudkan meliputi sifat, lingkup, dan urutan  kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
 2.    Gropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi (1990).
Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.Mereka menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.
3.      Kozma dalam Gofur (1989) / (1978 : 97).
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
  4.    Dick dan Carey (1996:106).
Strategi Pembelajaran adalah komponen-komponen umum dari suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang akan dipergunakan bersama-sama materi tersebut
5.       Kemp (1995).
Mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  6.     Raka Joni (1980).
Pola umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa tersebut.
    7.   J. R David (Wina Senjaya,2008).
Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.





                                KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pengertian Komponen Pembelajaran
Pandangan mengenai konsep pembelajaran terus menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat. Oleh karenanya dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada bagaimana perencanaan pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah kurikulum.
Pembelajaran kontestual merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar-mengajar, yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan enam komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar.
Macam Komponen Pembelajaran
Di dalam pembelajaran, terdapat komponen-komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
1. Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum ( curriculum ) berasal dari bahasa Yunani, curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. yaitu suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah.Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media dan sumber-sumber belajar yang memadai.
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan.Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
2. Guru
Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Siswa
Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru.Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana.Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa.Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian.
4. Metode
Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-metode tersebut antara lain :
a. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
b. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu .
c. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis.
d. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
e. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.
5. Materi
Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah:
  1. Adanya teks yang menarik.
  2. Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa.
  3. Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki.
  4. Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru.
Dalam kegiatan belajar, materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan komponen-komponen yang lain, terutama komponen anak didik yang merupakan sentral.Pemilihan materi harus benar-benar dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
6. Alat Pembelajaran (Media)
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah perangkat lunak (soft ware) atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar.
7. Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Evaluation”. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.
Hubungan Masing-Masing Komponen Pembelajaran 
Dari semua komponen pembelajaran, antara komponen yang satu dengan yang lain memiliki hubungan saling keterkaitan. Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan, sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum, guru juga sebagai pengembang kurikulum.Bagi guru, memahami kurikulum merupakan suatu hal yang mutlak.
Setelah guru mempelajari kurikulum yang berlaku, selanjutnya membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa (entering behavior), tujuan yang hendak dicapai, teori belajar dan pembelajaran, karakteristik bahan yang akan diajarkan, metode dan media atau sumber belajar yang akan digunakan, dan unsur-unsur lainnya sebagai penunjang. Setelah desain dibuat, kemudian KBM atau pembelajaran dilakukan.Dalam hal ini ada dua kegiatan utama, yaitu guru bertindak mengajar dan siswa bertindak belajar.Kedua kegiatan tersebut berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya implementasi pembelajaran itu akan menghasilkan suatu hasil belajar. Hasil ini akan memberikan dampak bagi guru dan siswa.
Bagi setiap guru, dituntut untuk memehami masing-masing metode secara baik. Dengan pemilihan dan penggunaan metode yang tepat untuk setiap unit materi pelajaran yang diberikan kepada siswa,maka akan meningkatkan proses interaksi belajar-mengajar. Siswa juga akan memperoleh hasil belajar yang efektif dan mendapatkan kesempatan belajar yang seluas-luasnya. Jika ada salah satu komponen pembelajaran yang bermasalah, maka proses belajar-mengajar tidak dapat berjalan baik .
Fungsi Masing-Masing Komponen Pembelajaran 
Meskipun hubungan masing-masing komponen pembelajaran sangatlah berkaitan, tetapi setiap komponen memiliki fungsi tersendiri, antara lain :
a. Fungsi Kurikulum
  • Alat untuk mencapai tujuan pendidikan
  • Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
  • Dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan atau ukuran dalam menetapkan bagian mana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
b. Fungsi Guru
  • Sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
  • Sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
  • Sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat.
  • Sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
  • Sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
c. Fungsi Siswa
  •    Sebagai objek, siswa yang menerima pelajaran
  •     Sebagai subjek, siswa ikut menentukan hasil belajar
d.  Fungsi Metode
  • Untuk mempermudah dan memperlancar proses belajar-mengajar
  • Membantu guru dalam menjelaskan berbagai macam materi kepada siswa.
  • Membuat siswa menjadi aktif, berani dan mandiri
e. Fungsi Materi
  • Sebagai bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran
  • Menambah dan memperluas pengetahuan siswa
  • Menjadi dasar pengetahuan kepada siswa untuk pembelajaran lebih lanjut
  • Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan belajar
  • Membangun kemampuan untuk melakukan asesmen-diri atas hasil pembelajaran yang dicapai.
f.   Fungsi Media
  • Fungsi edukatif : dapat memberika pengaruh baik yang mengandung nilai-nilai pendidikan, memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien
  • Fungsi sosial : hubungan antara pribadi anak dapat terjalin baik
  • Fungsi ekonomis : Efisiensi dalam waktu dan tenaga, dengan satu macam alat media, pendidikan sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu
  • Fungsi Seni : dengan adanya media pendidikan, kita bisa mengenalkan bermacam-macam hasil budaya manusia.
g.  Fungsi Evaluasi
  • Mengetahui kemajuan kemampuan belajar siswa
  • Mengetahui penguasaan, kekuatan dan kelemahan seorang siswa dalam mendalami pelajaran.
  • Mengetahui efisiensi metode belajar yang digunakan
  • Memberi laporan kepada siswa dan orangtua
  • Sebagai alat motivasi belajar-mengajar
  • Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan penyaluran anak pada suatu pekerjaan.




Tugas Rekayasa perangkat lunak (RPL)

TUGAS
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Contextual Teaching and Learning





DI SUSUN  OLEH   :

              Nama             : lindawati
              No .stambuk  :  D 1201 0296
              Kelas             : C



UNIVERSITAS MADAKO TOLITOLI
TAHUN  2014


Pengertian contextual Teaching And Learning
  Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistikdanbertujuanmembantusiswauntukmemahamimaknamateri ajar denganmengaitkannyaterhadapkontekskehidupanmerekasehari-hari (kontekspribadi, sosialdankultural), sehinggasiswamemilikipengetahuan/ ketrampilan yang dinamisdanfleksibeluntukmengkonstruksisendirisecaraaktifpemahamannya. CTL disebutpendekatankontektualkarenakonsepbelajar yang membantu guru mengaitkanantaramateri yang diajarkannyadengansituasidunianyatasiswadanmendorongsiswamembuathubunganantarapengetahuan yang dimilikinyadenganpenerapannyadalamkehidupanmerekasebagaianggotamasyarakat.

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING

1. Prinsipkesaling-tergantungan
Prinsipkesaling-tergantunganmengajakpara guru untukmengenaliketerkaitanmerekadengan guru lainnya, denganparapesertadidiknya, denganmasyarakat, dandenganalamsemesta.Sekolahadalahsebuahsistemkehidupan.Di dalamsebuahlingkunganbelajar di manasetiapanggotasatuanpendidikanmenyadariketerhubunganmereka, sistem CTL dapatberkembang.Prinsipiniada di segalabidangsehinggamemungkinkanparapesertadidikuntukmembuathubungan yang bermakna.
2. Prinsipdifferensiasi
Prinsipdifferensiasimenyumbangkankreatifitasindah yang berdetak di seluruhalamsemesta.Prinsipinimendorongalamsemestamenujukeragaman yang takterbatas, danhalitumenjelaskankecenderungan-kecenderungan yang berbedauntukbekerjasamadalambentuk yang disebutdengansimbiosisJikapara guru percayaterhadapilmuwan modern bahwaprinsipdifferensiasi yang dinamisinimeliputidanmempengaruhibumidansemuasistemkehidupan, makamerekapastiinginmengajarkansesuaidenganprinsipitu.

3. Prinsippengaturandiri-sendiri
Karenaprinsippengaturandiri-sendiri, segalasesuatunyadiaturolehdirisendiri, dipertahankanolehdirisendiri, dandisadariolehdirisendiri.Untukmenciptakandiriparapesertadidiksendiri, untukmengeluarkanpotensiterpendammerekamejadinyata, untukmelawandayatarikdari status quo, pesertadidikharusmengujikonteksmerekasendiri.


KarakteristikPembelajaran CTL

Bekerjasama
Salingmenunjang
Menyenangkan, tidakmembosankan
Belajardenganbergairah
Pembelajaranterintegrasi.
Menggunakanberbagaisumber
Siswaaktif
Sharing denganteman
Siswakritis guru kreatif
Dindingdanlorong-lorongpenuhdenganhasilkerjasiswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain.
Laporankepada orang tuabukanhanyaraportetapihasilkaryasiswa, laporanhasilpratikum, karangansiswadan lain-

KelebihandanKelemahan Contextual Teaching and Learning

Kelebihan

 1.     Pembelajaranmenjadilebihbermaknadan real. Artinyasiswadituntutuntukdapatmenagkaphubunganantarapengalamanbelajar di sekolahdengankehidupannyata. Hal inisangatpenting, sebabdengandapatmengorelasikanmateri yang ditemukandengankehidupannyata, bukansajabagisiswamateriituakanberfungsisecarafungsional, akantetapimateri yang dipelajarinyaakantertanameratdalammemorisiswa, sihinggatidakakanmudahdilupakan.

2.    Pembelajaranlebihproduktifdanmampumenumbuhkanpenguatankonsepkepadasiswakarenametodepembelajaran CTL menganutalirankonstruktivisme, dimanaseorangsiswadituntununtukmenemukanpengetahuannyasendiri. Melaluilandasanfilosofiskonstruktivismesiswadiharapkanbelajarmelalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.




Kelemahan

Guru lebihintensifdalammembimbing. Karenadalammetode CTL. Guru tidaklagiberperansebagaipusatinformasi. Tugas guru adalahmengelolakelassebagaisebuahtim yang bekerjabersamauntukmenemukanpengetahuandanketrampilan yang barubagisiswa. Siswadipandangsebagaiindividu yang sedangberkembang. Kemampuanbelajarseseorangakandipengaruhiolehtingkatperkembangandankeluasanpengalaman yang dimilikinya. Dengandemikian, peran guru bukanlahsebagaiinstrukturatau ”penguasa ” yang memaksakehendakmelainkan guru adalahpembimbingsiswa agar merekadapatbelajarsesuaidengantahapperkembangannya.

Guru memberikankesempatankepadasiswauntukmenemukanataumenerapkansendiri ide–ide danmengajaksiswa agar denganmenyadaridandengansadarmenggunakanstrategi–strategimerekasendiriuntukbelajar. Namundalamkonteksinitentunya guru memerlukanperhatiandanbimbingan yang ekstraterhadapsiswa agar tujuanpembelajaransesuaidenganapa yang diterapkansemula.

PengaruhPenerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

PengaruhPenerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning denganmenggunakanpendekatanKonstruktivismeTerhadapHasilBelajar Mata PelajaranIlmuPengetahuanAlam.
Penelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganujicobaterbatas yang bertujuanuntukmengembangkanperangkatpembelajaran Contextual Teaching and Learning menggunakanpendekatanKonstruktivismepadapokokbahasanEnergiBunyi yang meliputi: (1) BukuSiswa (BS), (2) LembarKerjaSiswa (LKS), (3) RencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP), (4) TesHasilBelajar (THB) melaluimetodediskusi, tanyajawab, pemberiantugas, Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas IV SDN Salatiga 10 Semester genaptahunpelajaran 2011/2012 yang berjumlah 39 siswadan SDN Salatiga 05 yang berjumlah 38 siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahteshasilbelajar yang dilakukanpadaakhirpokokbahasan ,oservasi,danresponsiswa. Prosedurpengembanganperangkatpembelajaranmenggunakanmodifikasdari model eksperimenmenurutEndangMulyatiningsih yang meliputi: Pre-Experimental Designs (nondesigns), True Experimental Design, Quasi Experimental Designs, di mana model True Experimental Design jarangdilakukankarenapenelitianiniuntukmenelitihewan,tumbuhan. Perangkatpembelajaran Contextual Teaching and Learning pendekatanKonstruktivismetelahdivalidasiolehseorangahli yang bernama Elaine B. Jhonson (Rusman,20110) mengalamirevisisehinggadidapatkanhasil yang maksimaldanlayakuntukdigunakan. HasilEksperimenSemumenunjukkanbahwa: (1) rata-rata teshasilbelajarsiswakelaseksperimen 83,62 danberadapadakategorinilaitinggidariskor ideal 100 denganstandardevisi 9,618 dimanaskor minimum yang diperolehsiswaadalah 67 danskormaksimumsiswa yang diperolehsiswaadalah 100 denganrentangskor 26.7. dari 39 siswa 39 atau 100% memenuhiketuntasanindividu yang menunjukkanbahwaketuntasanklasikaltercapai; (2) denganmenggunakanperangkatpembelajaran contextual teaching and learning pendekatankonstruktivisme, siswamenjadilebihaktifdalam proses pembelajaran; (3) 89,75% siswamemberikanresponpositifterhadapperangkatpembelajaran yang digunakan; (4) tingkatkemampuanpenelitidalammengelolapembelajaran contextual teaching and learning pendekatankonstruktivismetermaksukdalamkategorisangattinggiartinyapenelitidapat di pertahankan. Berdasarkanhaltersebut, dapat di simpulkanbahwaperangkatpembelajaran yang di kembangkandalampenelitianinitelahmemenuhi criteria kevalidan,kepraktisan, dankeefektifan. Maka saran daripenulisadalahpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandapatdigunakansebagaisalahsatualternatifdalam PBM.Denganpembelajaranberbasispengalamandannyatapadatopikdanmateripelajarandalam PBM dapatmengembangkansistemkognitifiswadalambelajartanpaharusmenghafal.
Show full item record


manfaat belajar sistem informasi manajemen


pernahkah anda bertanya pada dosen atau diri anda sendiri apa manfaat mempelajari system informasi manajamen ? mungkin ada yang pernah dan ada yang masa bodoh , iyapp…. Disini saya akan mengulas apa manfaat mahasiswa belajar SIM  atau  system informasi manajemen silahkan dibaca ……
Di era perkembangan zaman yang semakin modern saat ini, sangat menuntut akses informasi yang tepat, cepat dan akurat. Apabila tidak dibekali pengetahuan yang cukup dan memadai terhadap sistem informasi, maka kita akan tertinggal dan tergilas oleh kemajuan teknologi yang selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dengan mempelajari sistem informasi manajemen kita dapat mengenal dan mengidentifikasi masalah sistem informasi, mengenal pemrosesan data, serta memberikan pemahaman kepada kita sebagai mahasiswa tentang bagaimana memanfaatkan sistem informasi sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan manajemen.
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) bermanfaat untuk memberi pengetahuan mendasar kepada mahasiswa tentang filosofi dan skills yang diperlukan bagi pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi yang berbasis Komputer (computer – based information sistem). Kemajuan dari teknologi tersebut digunakan untuk memperlancar akses informasi dan  komunikasi sehingga segala hal menjadi efisien.
Tidak hanya itu, mafaat mempelajari matakuliah ini antara lain memberi kita pengetahuan/pengertian Sistem Komputer dan Perangakat Keras, kita dapat mendefinisi Perangkat Keras dan Macam-macam komponen, untuk mengetahui fungsi perangkat dalam system manajemen informasi, dan mengetahui  perkembangan  IT dalam Sistem informasi.
Hal-hal tersebut adalah kemampuan yang wajib kita miliki sebagai tuntutan dari perkembangan zaman yang semuanya sudah serba elektronik dan digital. Itulah alasan mengapa kita sebagai mahasiswa perlu memahami mata kuliah Sistem Informasi Manajemen


MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

belajar tentang informasi manajemen sangatlah penting dizaman moderen ini bukan hanya mahasiswa akutansi yang mempelajarinya tapi juga mahasiswa keguruan ilmu pendidikan
   Di era perkembangan zaman yang semakin modern saat ini, sangat menuntut akses informasi yang tepat, cepat dan akurat. Apabila tidak dibekali pengetahuan yang cukup dan memadai terhadap sistem informasi, maka kita akan tertinggal dan tergilas oleh kemajuan teknologi yang selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dengan mempelajari sistem informasi manajemen kita dapat mengenal dan mengidentifikasi masalah sistem informasi, mengenal pemrosesan data, serta memberikan pemahaman kepada kita sebagai mahasiswa tentang bagaimana memanfaatkan sistem informasi sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan manajemen.
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) bermanfaat untuk memberi pengetahuan mendasar kepada mahasiswa tentang filosofi dan skills yang diperlukan bagi pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi yang berbasis Komputer (computer – based information sistem). Kemajuan dari teknologi tersebut digunakan untuk memperlancar akses informasi dan  komunikasi sehingga segala hal menjadi efisien.
maka dari itu saya ingin memposting makalah tentang sistem informasi .....
MAKALAH SISTEM INFORMASI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

    Sistem informasi manajemen ( SIM ) adalah salah satu dari lima subsistem utama CBIS. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. Subunit dapat didasarkan pada area fungsional atau tingkatan manjemen.
SIM menyediakan informasi bagai pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika. Laporan dan output model dapat disediakan dalam bentuk tabel atau grafik.
Pengaruh perilaku selalu penting bagi kinerja sistem informasi, tetapi terutama penting bagi sistem informasi organisasi seperti SIM. Para manajer dan spesialis informasi dapat membuat program yang dirancang untuk mengubah dampak negatif dari pengaruh perilaku menjadi hasil yang positif.
SIM mencerminkan suatu sikap para eksekutif yang menginginkan agar komputer tersedia untuk semua pemecah masalah perusahaan. Ketika SIM berada pada tempatnya dan berfungsi seperti yang diinginkan, SIM dapat membantu manajer dan pemakai lain di dalam dan di luar
   Kebutuhan manusia yang berkembang pesat menyebabkan kebutuhan alat atau mesin yang digunakan untuk mempermudah manusia semakin dibutuhkan. Sebelum alat atau mesin tersebut dibuat maka perlu adanya kegiatan perancangan alat atau mesin tersebut. Setiap kegiatan merancang mesin perlu dibuat satu bentuk yang nyata untuk membuktikan hasil rancangan alat atau mesin yang akan dibuat dalam jumlah banyak atau massal. Satu alat atau mesin tersebut haruslah dapat mewakili semua komponen yang ada pada alat atau mesin tersebut sehingga dapat di analisa lebih lanjut dan dapat pula dikembangkan. Contoh satu alat atau mesin tersebut adalah  prototype .
  






B.     Rumusan masalah

1.      Pengertian prototype
2.      Pendekatan prototype
3.      Kelebihan dan kelemahan prototype
4.      Pengertian case tool
5.      Komponen case tool
6.      Data were house
7.      Data mart
8.      Olad
9.      Data mining

C.    Tujuan penulisan

1.      Dapat mengatahui pengertian prototype
2.      Dapat mengetahui pendekatan prototype
3.      Dapat mengetahui Kelebihan dan kelemahan prototype
4.      Dapat mengatahui Pengertian case tool
5.      Dapat mengatahui komponen case tool
6.      Dapat mengatahui data were house
7.      Dapat mengatahui data mart
8.      Dapat mengatahui apa  yang dimaksud olad
9.      Dapat mengatahui  Data mining
  


BAB II
PEMBAHASAN
 
  Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen sert a satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak
digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan system.
  Prototype  adalah  simulasi dari semua aspek produk sesungguhnya yang akan dikembangkan, model ini harus bersifat representative dari produk akhirnya.
Pada pengembangan system seringkali terjadi keadaan dimana pengguna system sebenarnya telah mendefinisikan secara umum atau tujuan perangkat lunaknya meskipun belum mendefinisikan secara rinci masukan, proses dan keluaran. Sementara itu pengembangan pun tidak jarang menghadapi keraguan mengenal efektifitas, efisiensi dan kualitas algoritma yang sedang dikembangkan kemampuan adaptasi system terhadap system operasinya atau tampilan yang sedang dirancangnya.

       Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian   yang telah  ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.


B.   Pendekatan prototype
   Pendekatan Prototyping melewati tiga proses, yaitu pengumpulan kebutuhan, perancangan, dan evaluasi Prototipe. Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;
  2. Perancangan: perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototipe;
  3. Evaluasi Prototipe: klien mengevaluasi prototipe yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.
Perulangan ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi. Prototipe-prototipe dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami kebutuhan klien lebih baik. Prototipe yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototipe bisa dimanfaatkan. Sekalipun prototipe memudahkan komunikasi antar developer dan klien, membuat klien mendapat gambaran awal dari Prototipe. Pendekatan ini memiliki beberapa keuntungan :
1.      Pemodelan membutuhkan  partisipasi aktif dari end-user. Hal ini akan meningkatkan sikap dan dukungan pengguna untuk pengerjaan proyek. Sikap moral pengguna akan meningkat karena system berhubungan nyata dengan mereka.
2.      Perubahan dan iterasi merupakan konsekuensi alami dari pengembangan system-sehingga end user memiliki keinginan untuk merubah pola pikirnya. Prototyping lebih baik menempatkan situasi alamiah ini karena mengasumsikan perubahan model melalui iterasi kedalam system yang dibutuhkan.
3.      Prototyping mematahkan folosofi “end user tidak mengetahui secara detail apa yang dibutuhkan sampai mereka melihat implementasinya”
4.      Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
5.      Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini
6.      Prototyping dapat meningkatkan kreatifitas karena membolehkan adanya feedback dari end user.  Hal ini akan memberikan solusi yang lebih baik.
7.      Prototyping mempercepat beberapa fase hidup dari program





C.   KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PROTYPE
Kelebihan:
  1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
  2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
  3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
  4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
  5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan:
  1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
  2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
  3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.


D.    PENGERTIAN CASA TOOL


          CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari softwaret atau  perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan. Contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan sebagainya









E.   KOMPONEN CASE TOOL

    Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan perangkat lunak Database Management System (DBMS). Komponen-komponen sistem basis data meliputi : 1. Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras merupakan pendukung operasi pengolahan data. Kebutuhan perangkat keras dalam sistem basis data diantaranya adalah : § Kornputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan). § Memori sekunder yang on-line (Harddisk). § memori sekunder yang off-line (Removable Disk) untuk keperluan backup data. § Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan). 2. Perangkat Lunak (Software) Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang diperlukan dalam suatu sistem basis data yaitu : § Database Management System (DBMS), yaitu perangkat lunak untuk mengelola basis data. Perangkat lunak ini yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsis.tensi data, dan sebagainya. Contohnya adalah dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MS-SQLServer, MySQL, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat). Secara detil tentang DBMS dibahas pada bab berikutnya. § Sistem Operasi, yaitu merupakan program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan lain-lain). Program pengelola basis data (DBMS) hanya dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya atau sesuai dengan spesifikasinya telah aktif. § CASE Tools, yaitu perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan                       contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan   sebagainya. 3. Basis Data (Database) Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file / tabel, indeks, dan lain-lain). Di samping menyimpan data, setiap basis data juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail). 4. Pengguna Database Pengguna database bisa berupa orang (user) atau program lain yang mengakses file atau tabel yang ada di dalam basis data. Pengguna basis data dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : a. Database Manager Satu database manager adalah satu modul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan satu aplikasi program dan query yang diajukan ke sistem.




F.     KEUNTUNGAN CASE TOOL
Meningkatkan kecepatan
CASE Tool memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi
·         Meningkatkan Akurasi
CASE Tool dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.
·         Mengurangi Waktu Perawatan
CASE menyediakan tool untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.


·         Dokumentasi yang lebih baik
Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.
·         Pemrograman oleh Non Programmer
Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan menggunakan lower case tool, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari desai awal dan tahap analisis
·         Manfaat yang tak tampak
CASE Tool dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.




G.    DATA  WERE HOUSE
     Data warehouse adalah suatu konsep dan kombinasi teknologi yang memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional [Ferdiana, 2008].  Pemakaian teknologi data warehouse hampir dibutuhkan oleh semua organisasi, tidak terkecuali Perpustakaan. Data warehouse memungkinkan integrasi berbagai macam jenis data dari berbagai macam aplikasi atau sistem. Hal ini menjamin mekanisme akses “satu pintu bagi manajemen untuk memperoleh informasi, dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusan”.
    Beberapa konsep dasar tentang data warehouse :
  • Data warehouse adalah data-data yang berorientasi subjek, terintegrasi, memiliki dimensi waktu, serta merupakan koleksi tetap (non-volatile), yang digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer di setiap jenjang (namun terutama pada jenjang manajerial yang memiliki peringkat tinggi).
  • Data warehouse adalah suatu paradigma baru dilingkungan pengambilan keputusan strategik. Data warehouse bukan suatu produk tetapi suatu lingkungan dimana user dapat menemukan informasi strategik [Poniah, 2001, h.14]. Data warehouse adalah kumpulan data-data logik yang terpisah dengan database operasional dan merupakan suatu ringkasan.
·         Data warehouse adalah data yang diperoleh dari proses dimana organisasi mengekstraksi makna dari aset infromasi yang mereka miliki. Data warehouse adalah inovasi baru dalam hal teknologi informasi. Sejak dimulai sekitar 15 tahun lalu, konsep data warehouse ini berkembang secara cepat sehingga saat ni konsep data warehouse ini adalah konsep yang paling banyak dibicarakan oleh para ahli di bidang tekhnologi informasi.
  • Data Warehouse adalah Pusat repositori informasi yang mampu memberikan database berorientasi subyek untuk informasi yang bersifat historis yang mendukung DSS (Decision Suport System) dan EIS (Executive Information System).
  • Salinan dari transaksi data yang terstruktur secara spesifik pada query dan analisa.
  • Salinan dari transaksi data yang terstruktur spesifik untuk querydan laporan.

  

H.    DATA MART
     sebuah data mart adalah bentuk sederhana dari sebuah gudang data yang difokuskan pada subjek tunggal (atau area fungsional), seperti Penjualan, Keuangan, atau Marketing. Data mart sering dibangun dan dikendalikan oleh satu departemen dalam sebuah organisasi. Mengingat subjek tunggal fokus mereka, data mart biasanya menggambar data dari hanya beberapa sumber. Sumber bisa sistem operasional internal, data warehouse pusat, atau data eksternal.

    DataMart merupakan  Bagian dari data warehouse yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau fungsi bisnis tertentu dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data warehouse adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
• Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang terkait        dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
• Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data warehouse.
• Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data warehouse. Data mart lebih mudah dipahami dan dinavigasi.


I.      OLAP (OnLine Analytical Processin)

  
  Suatu jenis pemrosesan yang memanipulasi dan menganalisa data bervolume besar dari berbagai   perspektif (multidimensi). OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi.
 Data multidimensi adalah data yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran
Contoh atribut dimensi adalah nama barang dan warna barang, sedangkan contoh atribut ukuran adalah jumlah barang
Kemampuan OLAP
Konsolidasi melibatkan pengelompokan data. Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi






J.      DATA    MINING
   Data Mining adalah Perangkat lunak yang digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi maupun hubungan-hubungan yang terdapat dalam basis data yang besar dan menghasilkan aturan-aturan yang digunakan untuk memperkirakan perilaku di masa medatang


 BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

    Demikianlah hasil makalah  basis data dari  kami. Dari sinilah kami bisa belajar basis data. Dimulai dari teori, praktikum hingga pembuatan makalah kita bias lebih mengenal dan bisa mempelajari akan adanya  basis data. Dan saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan asisten praktikum yang sudah mengajar dan membantu dalam proses pembelajaran basis data ini. Semoga dari semua yang telah di ajarkan oleh kita bias menjadi bermanfaat kelak

Dari makalah yang kami buat dapat disimpulkan bahwa model prototype yang terdapat dalam makalah dapat membantu memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen


B.   Saran
   Semoga dengan  mempelajari makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang model basis data beserta pendekatan dan semua tentang basis data dan dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan –kesalahan dalam penulisan makalah ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun







DAFTAR PUSTAKA

·       http://lindaaqilla.blogspot.com/