Jumat, 19 Desember 2014

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

belajar tentang informasi manajemen sangatlah penting dizaman moderen ini bukan hanya mahasiswa akutansi yang mempelajarinya tapi juga mahasiswa keguruan ilmu pendidikan
   Di era perkembangan zaman yang semakin modern saat ini, sangat menuntut akses informasi yang tepat, cepat dan akurat. Apabila tidak dibekali pengetahuan yang cukup dan memadai terhadap sistem informasi, maka kita akan tertinggal dan tergilas oleh kemajuan teknologi yang selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dengan mempelajari sistem informasi manajemen kita dapat mengenal dan mengidentifikasi masalah sistem informasi, mengenal pemrosesan data, serta memberikan pemahaman kepada kita sebagai mahasiswa tentang bagaimana memanfaatkan sistem informasi sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan manajemen.
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) bermanfaat untuk memberi pengetahuan mendasar kepada mahasiswa tentang filosofi dan skills yang diperlukan bagi pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi yang berbasis Komputer (computer – based information sistem). Kemajuan dari teknologi tersebut digunakan untuk memperlancar akses informasi dan  komunikasi sehingga segala hal menjadi efisien.
maka dari itu saya ingin memposting makalah tentang sistem informasi .....
MAKALAH SISTEM INFORMASI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

    Sistem informasi manajemen ( SIM ) adalah salah satu dari lima subsistem utama CBIS. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. Subunit dapat didasarkan pada area fungsional atau tingkatan manjemen.
SIM menyediakan informasi bagai pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika. Laporan dan output model dapat disediakan dalam bentuk tabel atau grafik.
Pengaruh perilaku selalu penting bagi kinerja sistem informasi, tetapi terutama penting bagi sistem informasi organisasi seperti SIM. Para manajer dan spesialis informasi dapat membuat program yang dirancang untuk mengubah dampak negatif dari pengaruh perilaku menjadi hasil yang positif.
SIM mencerminkan suatu sikap para eksekutif yang menginginkan agar komputer tersedia untuk semua pemecah masalah perusahaan. Ketika SIM berada pada tempatnya dan berfungsi seperti yang diinginkan, SIM dapat membantu manajer dan pemakai lain di dalam dan di luar
   Kebutuhan manusia yang berkembang pesat menyebabkan kebutuhan alat atau mesin yang digunakan untuk mempermudah manusia semakin dibutuhkan. Sebelum alat atau mesin tersebut dibuat maka perlu adanya kegiatan perancangan alat atau mesin tersebut. Setiap kegiatan merancang mesin perlu dibuat satu bentuk yang nyata untuk membuktikan hasil rancangan alat atau mesin yang akan dibuat dalam jumlah banyak atau massal. Satu alat atau mesin tersebut haruslah dapat mewakili semua komponen yang ada pada alat atau mesin tersebut sehingga dapat di analisa lebih lanjut dan dapat pula dikembangkan. Contoh satu alat atau mesin tersebut adalah  prototype .
  






B.     Rumusan masalah

1.      Pengertian prototype
2.      Pendekatan prototype
3.      Kelebihan dan kelemahan prototype
4.      Pengertian case tool
5.      Komponen case tool
6.      Data were house
7.      Data mart
8.      Olad
9.      Data mining

C.    Tujuan penulisan

1.      Dapat mengatahui pengertian prototype
2.      Dapat mengetahui pendekatan prototype
3.      Dapat mengetahui Kelebihan dan kelemahan prototype
4.      Dapat mengatahui Pengertian case tool
5.      Dapat mengatahui komponen case tool
6.      Dapat mengatahui data were house
7.      Dapat mengatahui data mart
8.      Dapat mengatahui apa  yang dimaksud olad
9.      Dapat mengatahui  Data mining
  


BAB II
PEMBAHASAN
 
  Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen sert a satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak
digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan system.
  Prototype  adalah  simulasi dari semua aspek produk sesungguhnya yang akan dikembangkan, model ini harus bersifat representative dari produk akhirnya.
Pada pengembangan system seringkali terjadi keadaan dimana pengguna system sebenarnya telah mendefinisikan secara umum atau tujuan perangkat lunaknya meskipun belum mendefinisikan secara rinci masukan, proses dan keluaran. Sementara itu pengembangan pun tidak jarang menghadapi keraguan mengenal efektifitas, efisiensi dan kualitas algoritma yang sedang dikembangkan kemampuan adaptasi system terhadap system operasinya atau tampilan yang sedang dirancangnya.

       Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian   yang telah  ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.


B.   Pendekatan prototype
   Pendekatan Prototyping melewati tiga proses, yaitu pengumpulan kebutuhan, perancangan, dan evaluasi Prototipe. Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;
  2. Perancangan: perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototipe;
  3. Evaluasi Prototipe: klien mengevaluasi prototipe yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.
Perulangan ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi. Prototipe-prototipe dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami kebutuhan klien lebih baik. Prototipe yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototipe bisa dimanfaatkan. Sekalipun prototipe memudahkan komunikasi antar developer dan klien, membuat klien mendapat gambaran awal dari Prototipe. Pendekatan ini memiliki beberapa keuntungan :
1.      Pemodelan membutuhkan  partisipasi aktif dari end-user. Hal ini akan meningkatkan sikap dan dukungan pengguna untuk pengerjaan proyek. Sikap moral pengguna akan meningkat karena system berhubungan nyata dengan mereka.
2.      Perubahan dan iterasi merupakan konsekuensi alami dari pengembangan system-sehingga end user memiliki keinginan untuk merubah pola pikirnya. Prototyping lebih baik menempatkan situasi alamiah ini karena mengasumsikan perubahan model melalui iterasi kedalam system yang dibutuhkan.
3.      Prototyping mematahkan folosofi “end user tidak mengetahui secara detail apa yang dibutuhkan sampai mereka melihat implementasinya”
4.      Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
5.      Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini
6.      Prototyping dapat meningkatkan kreatifitas karena membolehkan adanya feedback dari end user.  Hal ini akan memberikan solusi yang lebih baik.
7.      Prototyping mempercepat beberapa fase hidup dari program





C.   KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PROTYPE
Kelebihan:
  1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
  2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
  3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
  4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
  5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan:
  1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
  2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
  3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.


D.    PENGERTIAN CASA TOOL


          CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari softwaret atau  perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan. Contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan sebagainya









E.   KOMPONEN CASE TOOL

    Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan perangkat lunak Database Management System (DBMS). Komponen-komponen sistem basis data meliputi : 1. Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras merupakan pendukung operasi pengolahan data. Kebutuhan perangkat keras dalam sistem basis data diantaranya adalah : § Kornputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan). § Memori sekunder yang on-line (Harddisk). § memori sekunder yang off-line (Removable Disk) untuk keperluan backup data. § Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan). 2. Perangkat Lunak (Software) Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang diperlukan dalam suatu sistem basis data yaitu : § Database Management System (DBMS), yaitu perangkat lunak untuk mengelola basis data. Perangkat lunak ini yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsis.tensi data, dan sebagainya. Contohnya adalah dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MS-SQLServer, MySQL, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat). Secara detil tentang DBMS dibahas pada bab berikutnya. § Sistem Operasi, yaitu merupakan program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan lain-lain). Program pengelola basis data (DBMS) hanya dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya atau sesuai dengan spesifikasinya telah aktif. § CASE Tools, yaitu perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan                       contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan   sebagainya. 3. Basis Data (Database) Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file / tabel, indeks, dan lain-lain). Di samping menyimpan data, setiap basis data juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail). 4. Pengguna Database Pengguna database bisa berupa orang (user) atau program lain yang mengakses file atau tabel yang ada di dalam basis data. Pengguna basis data dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : a. Database Manager Satu database manager adalah satu modul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan satu aplikasi program dan query yang diajukan ke sistem.




F.     KEUNTUNGAN CASE TOOL
Meningkatkan kecepatan
CASE Tool memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi
·         Meningkatkan Akurasi
CASE Tool dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.
·         Mengurangi Waktu Perawatan
CASE menyediakan tool untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.


·         Dokumentasi yang lebih baik
Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.
·         Pemrograman oleh Non Programmer
Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan menggunakan lower case tool, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari desai awal dan tahap analisis
·         Manfaat yang tak tampak
CASE Tool dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.




G.    DATA  WERE HOUSE
     Data warehouse adalah suatu konsep dan kombinasi teknologi yang memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional [Ferdiana, 2008].  Pemakaian teknologi data warehouse hampir dibutuhkan oleh semua organisasi, tidak terkecuali Perpustakaan. Data warehouse memungkinkan integrasi berbagai macam jenis data dari berbagai macam aplikasi atau sistem. Hal ini menjamin mekanisme akses “satu pintu bagi manajemen untuk memperoleh informasi, dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusan”.
    Beberapa konsep dasar tentang data warehouse :
  • Data warehouse adalah data-data yang berorientasi subjek, terintegrasi, memiliki dimensi waktu, serta merupakan koleksi tetap (non-volatile), yang digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer di setiap jenjang (namun terutama pada jenjang manajerial yang memiliki peringkat tinggi).
  • Data warehouse adalah suatu paradigma baru dilingkungan pengambilan keputusan strategik. Data warehouse bukan suatu produk tetapi suatu lingkungan dimana user dapat menemukan informasi strategik [Poniah, 2001, h.14]. Data warehouse adalah kumpulan data-data logik yang terpisah dengan database operasional dan merupakan suatu ringkasan.
·         Data warehouse adalah data yang diperoleh dari proses dimana organisasi mengekstraksi makna dari aset infromasi yang mereka miliki. Data warehouse adalah inovasi baru dalam hal teknologi informasi. Sejak dimulai sekitar 15 tahun lalu, konsep data warehouse ini berkembang secara cepat sehingga saat ni konsep data warehouse ini adalah konsep yang paling banyak dibicarakan oleh para ahli di bidang tekhnologi informasi.
  • Data Warehouse adalah Pusat repositori informasi yang mampu memberikan database berorientasi subyek untuk informasi yang bersifat historis yang mendukung DSS (Decision Suport System) dan EIS (Executive Information System).
  • Salinan dari transaksi data yang terstruktur secara spesifik pada query dan analisa.
  • Salinan dari transaksi data yang terstruktur spesifik untuk querydan laporan.

  

H.    DATA MART
     sebuah data mart adalah bentuk sederhana dari sebuah gudang data yang difokuskan pada subjek tunggal (atau area fungsional), seperti Penjualan, Keuangan, atau Marketing. Data mart sering dibangun dan dikendalikan oleh satu departemen dalam sebuah organisasi. Mengingat subjek tunggal fokus mereka, data mart biasanya menggambar data dari hanya beberapa sumber. Sumber bisa sistem operasional internal, data warehouse pusat, atau data eksternal.

    DataMart merupakan  Bagian dari data warehouse yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau fungsi bisnis tertentu dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data warehouse adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
• Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang terkait        dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
• Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data warehouse.
• Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data warehouse. Data mart lebih mudah dipahami dan dinavigasi.


I.      OLAP (OnLine Analytical Processin)

  
  Suatu jenis pemrosesan yang memanipulasi dan menganalisa data bervolume besar dari berbagai   perspektif (multidimensi). OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi.
 Data multidimensi adalah data yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran
Contoh atribut dimensi adalah nama barang dan warna barang, sedangkan contoh atribut ukuran adalah jumlah barang
Kemampuan OLAP
Konsolidasi melibatkan pengelompokan data. Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi






J.      DATA    MINING
   Data Mining adalah Perangkat lunak yang digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi maupun hubungan-hubungan yang terdapat dalam basis data yang besar dan menghasilkan aturan-aturan yang digunakan untuk memperkirakan perilaku di masa medatang


 BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

    Demikianlah hasil makalah  basis data dari  kami. Dari sinilah kami bisa belajar basis data. Dimulai dari teori, praktikum hingga pembuatan makalah kita bias lebih mengenal dan bisa mempelajari akan adanya  basis data. Dan saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan asisten praktikum yang sudah mengajar dan membantu dalam proses pembelajaran basis data ini. Semoga dari semua yang telah di ajarkan oleh kita bias menjadi bermanfaat kelak

Dari makalah yang kami buat dapat disimpulkan bahwa model prototype yang terdapat dalam makalah dapat membantu memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen


B.   Saran
   Semoga dengan  mempelajari makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang model basis data beserta pendekatan dan semua tentang basis data dan dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan –kesalahan dalam penulisan makalah ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun







DAFTAR PUSTAKA

·       http://lindaaqilla.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar