belajar tentang informasi manajemen sangatlah penting dizaman moderen ini bukan hanya mahasiswa akutansi yang mempelajarinya tapi juga mahasiswa keguruan ilmu pendidikan
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.
D.
PENGERTIAN
CASA TOOL
DataMart
merupakan Bagian dari data warehouse
yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau fungsi bisnis tertentu
dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data warehouse
adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
Suatu jenis pemrosesan yang memanipulasi dan menganalisa data bervolume besar dari berbagai perspektif (multidimensi). OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi.
Data multidimensi adalah data yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran
Contoh atribut dimensi adalah nama barang dan warna barang, sedangkan contoh atribut ukuran adalah jumlah barang
Kemampuan OLAP
Konsolidasi melibatkan pengelompokan data. Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi
Demikianlah hasil makalah basis data dari kami. Dari sinilah kami bisa belajar basis data. Dimulai dari teori, praktikum hingga pembuatan makalah kita bias lebih mengenal dan bisa mempelajari akan adanya basis data. Dan saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan asisten praktikum yang sudah mengajar dan membantu dalam proses pembelajaran basis data ini. Semoga dari semua yang telah di ajarkan oleh kita bias menjadi bermanfaat kelak
Di era
perkembangan zaman yang semakin modern saat ini, sangat menuntut akses
informasi yang tepat, cepat dan akurat. Apabila tidak dibekali pengetahuan yang
cukup dan memadai terhadap sistem informasi, maka kita akan tertinggal dan
tergilas oleh kemajuan teknologi yang selalu mengalami perkembangan yang cukup
signifikan. Dengan mempelajari sistem informasi manajemen kita dapat mengenal
dan mengidentifikasi masalah sistem informasi, mengenal pemrosesan data, serta
memberikan pemahaman kepada kita sebagai mahasiswa tentang bagaimana
memanfaatkan sistem informasi sebagai alat bantu dalam proses pengambilan
keputusan manajemen.
Mata Kuliah
Sistem Informasi Manajemen (SIM) bermanfaat untuk memberi pengetahuan mendasar
kepada mahasiswa tentang filosofi dan skills yang diperlukan bagi pengembangan
dan pemanfaatan sistem informasi yang berbasis Komputer (computer – based
information sistem). Kemajuan dari teknologi tersebut digunakan untuk
memperlancar akses informasi dan komunikasi sehingga segala hal menjadi
efisien.
maka dari itu saya ingin memposting makalah tentang sistem informasi .....
MAKALAH SISTEM INFORMASI
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Sistem
informasi manajemen ( SIM ) adalah salah satu dari lima subsistem utama CBIS.
Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam
perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. Subunit dapat
didasarkan pada area fungsional atau tingkatan manjemen.
SIM menyediakan informasi bagai
pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model
matematika. Laporan dan output model dapat disediakan dalam bentuk tabel atau
grafik.
Pengaruh perilaku selalu penting
bagi kinerja sistem informasi, tetapi terutama penting bagi sistem informasi
organisasi seperti SIM. Para manajer dan spesialis informasi dapat membuat
program yang dirancang untuk mengubah dampak negatif dari pengaruh perilaku
menjadi hasil yang positif.
SIM mencerminkan suatu
sikap para eksekutif yang menginginkan agar komputer tersedia untuk semua
pemecah masalah perusahaan. Ketika SIM berada pada tempatnya dan berfungsi
seperti yang diinginkan, SIM dapat membantu manajer dan pemakai lain di dalam
dan di luar
Kebutuhan manusia yang berkembang pesat
menyebabkan kebutuhan alat atau mesin yang digunakan untuk mempermudah manusia
semakin dibutuhkan. Sebelum alat atau mesin tersebut dibuat maka perlu adanya
kegiatan perancangan alat atau mesin tersebut. Setiap kegiatan merancang mesin
perlu dibuat satu bentuk yang nyata untuk membuktikan hasil rancangan alat atau
mesin yang akan dibuat dalam jumlah banyak atau massal. Satu alat atau mesin
tersebut haruslah dapat mewakili semua komponen yang ada pada alat atau mesin
tersebut sehingga dapat di analisa lebih lanjut dan dapat pula dikembangkan.
Contoh satu alat atau mesin tersebut adalah prototype .
B.
Rumusan masalah
1.
Pengertian
prototype
2.
Pendekatan
prototype
3.
Kelebihan
dan kelemahan prototype
4.
Pengertian
case tool
5.
Komponen
case tool
6.
Data
were house
7.
Data
mart
8.
Olad
9.
Data
mining
C.
Tujuan penulisan
1.
Dapat
mengatahui pengertian prototype
2.
Dapat
mengetahui pendekatan prototype
3.
Dapat
mengetahui Kelebihan dan kelemahan prototype
4.
Dapat
mengatahui Pengertian case tool
5.
Dapat
mengatahui komponen case tool
6.
Dapat
mengatahui data were house
7.
Dapat
mengatahui data mart
8.
Dapat
mengatahui apa yang dimaksud olad
9.
Dapat
mengatahui Data mining
BAB II
PEMBAHASAN
Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih
memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping
sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya
sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada,
tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi
manajemen sert a satu metode pengembangan
perangat lunak yang banyak
digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan system.
digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan system.
Prototype adalah
simulasi dari semua aspek produk sesungguhnya yang akan dikembangkan,
model ini harus bersifat representative dari produk akhirnya.
Pada pengembangan system seringkali terjadi keadaan dimana pengguna system sebenarnya telah mendefinisikan secara umum atau tujuan perangkat lunaknya meskipun belum mendefinisikan secara rinci masukan, proses dan keluaran. Sementara itu pengembangan pun tidak jarang menghadapi keraguan mengenal efektifitas, efisiensi dan kualitas algoritma yang sedang dikembangkan kemampuan adaptasi system terhadap system operasinya atau tampilan yang sedang dirancangnya.
Pada pengembangan system seringkali terjadi keadaan dimana pengguna system sebenarnya telah mendefinisikan secara umum atau tujuan perangkat lunaknya meskipun belum mendefinisikan secara rinci masukan, proses dan keluaran. Sementara itu pengembangan pun tidak jarang menghadapi keraguan mengenal efektifitas, efisiensi dan kualitas algoritma yang sedang dikembangkan kemampuan adaptasi system terhadap system operasinya atau tampilan yang sedang dirancangnya.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.
B. Pendekatan prototype
Pendekatan Prototyping melewati tiga
proses, yaitu pengumpulan kebutuhan, perancangan, dan evaluasi Prototipe.
Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Pengumpulan kebutuhan:
developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang
diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;
- Perancangan: perancangan
dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang
diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototipe;
- Evaluasi Prototipe: klien
mengevaluasi prototipe yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas
kebutuhan software.
Perulangan
ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi.
Prototipe-prototipe dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami
kebutuhan klien lebih baik. Prototipe yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali
untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototipe bisa
dimanfaatkan. Sekalipun prototipe memudahkan komunikasi antar developer
dan klien, membuat klien mendapat gambaran awal dari Prototipe. Pendekatan ini
memiliki beberapa keuntungan :
1.
Pemodelan membutuhkan
partisipasi aktif dari end-user. Hal ini akan meningkatkan sikap dan
dukungan pengguna untuk pengerjaan proyek. Sikap moral pengguna akan meningkat
karena system berhubungan nyata dengan mereka.
2.
Perubahan dan iterasi merupakan
konsekuensi alami dari pengembangan system-sehingga end user memiliki
keinginan untuk merubah pola pikirnya. Prototyping lebih baik
menempatkan situasi alamiah ini karena mengasumsikan perubahan model melalui
iterasi kedalam system yang dibutuhkan.
3.
Prototyping mematahkan folosofi “end user tidak mengetahui
secara detail apa yang dibutuhkan sampai mereka melihat implementasinya”
4.
Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user
dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
5.
Kesalahan yang terjadi dalam prototyping
dapat dideteksi lebih dini
6.
Prototyping dapat meningkatkan kreatifitas karena membolehkan adanya feedback
dari end user. Hal ini akan memberikan solusi yang lebih baik.
7.
Prototyping mempercepat beberapa fase hidup dari program
C.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PROTYPE
Kelebihan:
- Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan
pelanggan
- Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan
pelanggan
- Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
- Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
- Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui
apa yang diharapkannya.
Kelemahan:
- Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa
perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak
secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk
jangka waktu lama.
- Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek.
Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk
membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut
bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
- Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan
mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
D.
PENGERTIAN
CASA TOOL
CASE merupakan suatu teknik yang
digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software,
termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari softwaret
atau perangkat lunak yang
digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat
lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi,
serta tipe data yang digunakan. Contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB
Designer, Visible Analyst, dan sebagainya
E. KOMPONEN
CASE TOOL
Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan perangkat
lunak Database Management System (DBMS). Komponen-komponen sistem basis data
meliputi : 1. Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras merupakan pendukung
operasi pengolahan data. Kebutuhan perangkat keras dalam sistem basis data
diantaranya adalah : § Kornputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih
dari satu untuk sistem jaringan). § Memori sekunder yang on-line (Harddisk). §
memori sekunder yang off-line (Removable Disk) untuk keperluan backup data. §
Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan). 2. Perangkat Lunak
(Software) Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang diperlukan dalam suatu
sistem basis data yaitu : § Database Management System (DBMS), yaitu perangkat lunak
untuk mengelola basis data. Perangkat lunak ini yang akan menentukan bagaimana
data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan
mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan
keakuratan/konsis.tensi data, dan sebagainya. Contohnya adalah dBase III+,
dBase IV, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana)
atau Borland-Interbase, MS-SQLServer, MySQL, CA-Open Ingres, Oracle, Informix
dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat). Secara detil tentang DBMS dibahas pada
bab berikutnya. § Sistem Operasi, yaitu merupakan program yang mengaktifkan
atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource)
dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O,
pengelolaan file, dan lain-lain). Program pengelola basis data (DBMS) hanya
dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya atau sesuai
dengan spesifikasinya telah aktif. § CASE Tools, yaitu perangkat lunak yang
digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat
lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta
tipe data yang digunakan
contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan
sebagainya. 3. Basis Data (Database)
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data
dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file / tabel, indeks, dan
lain-lain). Di samping menyimpan data, setiap basis data juga menyimpan
definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail).
4. Pengguna Database Pengguna database bisa berupa orang (user) atau program
lain yang mengakses file atau tabel yang ada di dalam basis data. Pengguna
basis data dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : a. Database Manager Satu
database manager adalah satu modul program yang menyediakan interface antara
penyimpanan data low-level dalam database dengan satu aplikasi program dan
query yang diajukan ke sistem.
F. KEUNTUNGAN
CASE TOOL
Meningkatkan
kecepatan
CASE Tool memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu
untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan
penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi
·
Meningkatkan Akurasi
CASE Tool dapat menyediakan debugging dan error checking
berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini,
yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi
dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan
tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk
dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.
·
Mengurangi Waktu Perawatan
CASE menyediakan tool untuk reenginering yang penting
karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara
menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.
·
Dokumentasi yang lebih baik
Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan
catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.
·
Pemrograman oleh Non
Programmer
Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan
client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki
latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki
kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun
software yang baik. Dengan menggunakan lower case tool, dimungkinkan untuk
mengembangkan software dari desai awal dan tahap analisis
·
Manfaat yang tak tampak
CASE Tool dapat digunakan untuk mmengikut sertakan
pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.
G.
DATA WERE HOUSE
Data
warehouse adalah suatu konsep dan kombinasi teknologi yang
memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang
diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional [Ferdiana, 2008].
Pemakaian teknologi data warehouse hampir dibutuhkan oleh semua organisasi,
tidak terkecuali Perpustakaan. Data warehouse memungkinkan integrasi berbagai
macam jenis data dari berbagai macam aplikasi atau sistem. Hal ini menjamin
mekanisme akses “satu pintu bagi manajemen untuk memperoleh informasi, dan
menganalisisnya untuk pengambilan keputusan”.
Beberapa konsep
dasar tentang data warehouse :
- Data
warehouse adalah data-data yang berorientasi subjek, terintegrasi,
memiliki dimensi waktu, serta merupakan koleksi tetap (non-volatile), yang
digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer
di setiap jenjang (namun terutama pada jenjang manajerial yang memiliki peringkat
tinggi).
- Data
warehouse adalah suatu paradigma baru dilingkungan pengambilan keputusan
strategik. Data warehouse bukan suatu produk tetapi suatu lingkungan
dimana user dapat menemukan informasi strategik [Poniah, 2001, h.14]. Data
warehouse adalah kumpulan data-data logik yang terpisah dengan database
operasional dan merupakan suatu ringkasan.
·
Data warehouse adalah data yang diperoleh dari
proses dimana organisasi mengekstraksi makna dari aset infromasi yang mereka
miliki. Data warehouse adalah inovasi baru dalam hal teknologi informasi. Sejak
dimulai sekitar 15 tahun lalu, konsep data warehouse ini berkembang secara
cepat sehingga saat ni konsep data warehouse ini adalah konsep yang paling
banyak dibicarakan oleh para ahli di bidang tekhnologi informasi.
- Data
Warehouse adalah Pusat repositori informasi yang mampu memberikan database
berorientasi subyek untuk informasi yang bersifat historis yang mendukung
DSS (Decision Suport System) dan EIS (Executive Information System).
- Salinan
dari transaksi data yang terstruktur secara spesifik pada query dan
analisa.
- Salinan
dari transaksi data yang terstruktur spesifik untuk querydan laporan.
H.
DATA
MART
sebuah data mart adalah bentuk sederhana dari
sebuah gudang data yang difokuskan pada subjek tunggal (atau area fungsional),
seperti Penjualan, Keuangan, atau Marketing. Data mart sering dibangun dan
dikendalikan oleh satu departemen dalam sebuah organisasi. Mengingat subjek
tunggal fokus mereka, data mart biasanya menggambar data dari hanya beberapa
sumber. Sumber bisa sistem operasional internal, data warehouse pusat, atau
data eksternal.
DataMart
merupakan Bagian dari data warehouse
yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau fungsi bisnis tertentu
dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data warehouse
adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
• Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang
terkait dalam sebuah departemen
atau fungsi bisnis.
• Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada
data warehouse.
• Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data
warehouse. Data mart lebih mudah dipahami dan dinavigasi.
I. OLAP (OnLine
Analytical Processin)
Suatu jenis pemrosesan yang memanipulasi dan menganalisa data bervolume besar dari berbagai perspektif (multidimensi). OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi.
Data multidimensi adalah data yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran
Contoh atribut dimensi adalah nama barang dan warna barang, sedangkan contoh atribut ukuran adalah jumlah barang
Kemampuan OLAP
Konsolidasi melibatkan pengelompokan data. Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi
J. DATA MINING
Data Mining adalah
Perangkat lunak yang digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi maupun
hubungan-hubungan yang terdapat dalam basis data yang besar dan menghasilkan
aturan-aturan yang digunakan untuk memperkirakan perilaku di masa medatang
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Demikianlah hasil makalah basis data dari kami. Dari sinilah kami bisa belajar basis data. Dimulai dari teori, praktikum hingga pembuatan makalah kita bias lebih mengenal dan bisa mempelajari akan adanya basis data. Dan saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan asisten praktikum yang sudah mengajar dan membantu dalam proses pembelajaran basis data ini. Semoga dari semua yang telah di ajarkan oleh kita bias menjadi bermanfaat kelak
Dari makalah yang kami buat dapat disimpulkan
bahwa model prototype yang terdapat dalam makalah dapat membantu memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web.
Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem
informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem
informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam
pengembangan sistem informasi manajemen
B.
Saran
Semoga dengan mempelajari makalah ini dapat menambah
wawasan kita tentang model basis data beserta pendekatan dan semua tentang
basis data dan dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak
kesalahan –kesalahan dalam penulisan makalah ini sehingga penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar